Sabtu, 17 Februari 2018

    CINTA  ADALAH   OPERA  TUHAN  
              
              Cincin pengikat hubungan masa lalu

Orang bilang dunia kita berdampingan dengan dunia lain,tetapi tidak dengan erina yang sempat tidak mempercayai itu.  Sampai ketika erina mengalami kejadian aneh saat datang mengunjungi pamannya di korea. Oh yah perkenalkan tokoh kali bernama  erina merlia, orang-orang kerap memanggilnya erina. Erina anak tunggal dalam keluarganya. Hari ini erlina  akan pergi mengunjungi pamannya yang ada di korea. Hari pertama di tempat pamannya erina habiskan di menara namsan, dari atas sana erina seperti melihat seluruh kota seoul.setelah puas berjalan-jalan erina pun pulang tapi dia tidak melihat siapapu di rumah pamannya. Ketika akan mengambil  minum di kulkas erina melihat secarik kertas  yang di tempelkan di kulkas erina pun membacanya.ternyata paman dan kedua orang tua erina  pergi untuk menjenguk nenek erina yang ada di desa dekat jeju untuk beberapa hari. Erina merasa senang karena akhirnya dia bisa sendirian dan bebas melakukan apapun.
       Hari ini erina bangun sangat awal,karena dia berniat membersihkan rumah pamannya. Paman erina berpesan untuk meletakkan barang yang ada di meja ke gudang bawah,jadi erina membawa barang-barang itu ke gudang bawah tanah. Erina heran kata pamannya ini gudang tapi sangat bersih dan rapi,sungguh berbeda dengan gudang di rumahnya yang ada di indonesia. Erina seperti melihat rak kosong dan dia bermaksud meletakkan barang yang dia bawa disana,saat erina meletakkan barang itu ternyata raknya bergoyang dan ada kotak cincin yang jatuh menimpa kepala erina dan cincin yang ada di dalamnya keluar dari kotak itu.”Cincin yang sangat bagus,pasti cincin ini tidak dipakai lagi makanya paman meletakkannya di sini,  hhmmm,,,,atau mungkin ini cincin palsu. Ah masa bodoh toh cincin ini sangat bagus.”kata erina dalam sambil bergumam sendiri. Erina bercermin  sambil merapikan bajunya...saat erina menoleh ke kotak cinci tadi erina melihat ada tulisan,dan dia membacanya”cincin penyatu dua cinta yang berbeda”erina hanya tersenyum dan tetap memakai cincin itu.
   Selepas dari sana erina langsung menutup pintu dan naik keatas lagi.saat tiba di atas dia melihat seorang pria dengan pakaian serba putih,dan dia menatap kearah erina,sontak saja erina berteriak dan berkata “ si..si..siapa kamu?apa yang kamu lakukan disini?”tanya erina panik dan memundurkan langkahnya,ternyata tangan erina meraih vas bunga yang ada di meja dan melemparkan vas itu kepada pria tersebut.tapi erina semakin ketakutan ketika vas itu menembus si pria tersebut. Pria tersebut tersenyum dan mengulurkan tangannya,erina merasa takut dan ketakutan bertambah ketika tubuhnya terasa di tarik dan semakin lama tubuhnya semakin dekat dengan pria tersebut. Ketakutan erina bertambah ketika dia merasakan tubuh pria itu,dan merasakan lembut dan halusnya tangan pria yang menyentuh erina.
  “barang seperti itu tidak akan bisa menyentuhku,tapi cincin yang kamu pakai ini membuat aku bisa menyentuhmu.”kata pria tersebut sambil menggenggam tangan erina yang mengenakan cincin itu.erina langsung mundur dan dia merasakan ada seseorang berada dibelakangnya ternyata itu pria tadi,dia memeluk erina dari belakang dan langsung bergerak menjauhi tempat erina berdiri setelah itu ada vas yang terjatuh dari atas kulkas,ternyata tubuh erina menabrak kulkas ketika dia berusaha menjauh dari pria terrsebut.”kamu ini siapa?arwah?malaikat? atau apa? Dan bagaimana kamu bisa di sini?”tanya erina sambil melepaskan diri dan menjauh dari pria tersebut. “dasar perempuan dari dulu sampai sekarang bertanya tanpa memberi jedah”kata pria itu.
   “aku le junho,yang jelas aku sudah seperti ini sejak 3 tahun yang lalu. Jika kamu bertanya apa yang aku lakukan disini aku juga masih tidak tahu,andai aku tahu aku pasti tidak akan menjadi arwah begini kan?lagi pula kamu bisa melihatku karena cin-cin itu.”kata arwah yang bernama junho itu.erina langsung teringat tentang cerita pamannya yang pemilik rumah ini. “kalau benar itu yang seperti kamu ucapkan mungkin saja kamu bukan arwah,maksudku kamu belum meninggal”kata erina mendekati meja tempat junho duduk saat ini. Sambil melihat erina junho bertanya” apa maksudmu”, “yah paman pernah bercerita dulu pemulik rumah ini seorang yang kaya,dan memiliki anak laki-laki yang mengalami kecelakaan dan koma,dan dia menjual rumah ini kepada paman untuk biaya perawatan anak nya yang ada di rumah sakit,tapi paman tidak tahu rumah sakitmana. Tapi paman memberikan tambahan uang kepada mereka untuk tambahan modal jika mereka ingin membuka usaha.”kata erina sambil melihat kearah junho.”apa benar yang kamu katakan itu? Coba kamu hubungi pamanmu mungkin dia bisa memberi informasi yang lebih!.”pimta junho pada erina.
    “tidak bisa,mereka sedang berlibur nanti saja jika mereka sudah pulang!”kata erina sambil pergi dari tempat itu dan meninggalkan junho.erina masuk kekamarnya dan melihat junho ada di kamarnya.”ternyata kamu dulu sangat gemuk yah?”kata junho sambil memegang fotoerina yang ada dimeja.”kamu tidak boleh masuk kekamar orang seenaknya,walaupun kamu arwa jangan seenaknya saja.”kata erina sambil mengambil kembali foto yang di pegang erina. Tiba-tiba saja junho terlintas akan sesuatu yang buram,tapi dia merasa bahwa ada wanita gemuk  yang sedang di olok-olok oleh orang dan ada laki-laki yang mengenakan seragam SMA yang menolong wanita itu,tidak terlalu jelas karena semuanya terlihat samar-samar bagi junho.
   Petunjuk pertama untuk junho
Erina bertanya pada junho ada apa,karena junho terlihat seperti orang bingung tapi junho hanya mengelengkan kepalanya. Hari menjalan semakin siang,saat erina selesai mencuci piring makan siang nya tiba-tiba ada seseorang memeluk erina dari belakang,erina terkejut dan saat mengetahui bahwa itu junho erina langsung marah.”kenapa kamu marah?untuk saat ini kamu itu istriku tahu tidak!”kata junho. “istrimu sejak kapan?aku bertemu dengan mu saja baru kali ini”. Ujar erina.”sejak kamu memakai cincin itu!”kata junho membalas perkataan erina.”baiklah aku akan melepaskan cin...cinnya tidak bisa terlepas.” kata erina .  “tentu saja,cincin itu tidak akan terlepas sampai urusanku selesai,kalau mau cincin itu terlepas dengan cepat maka kamu harus membantuku lebih dulu.”kata junho.  “membantu apa?” tanya erina.  “membantu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi padaku,jika benar aku hanya koma seperti yang kamu ucapkan tadi.  Dan,jangan coba untuk  menghianatiku,jika kamu menyukai pria selain aku  atau berusaha menghianatiku maka cincin itu akan semakin kuat melingkar di jarimu”.kata junho. “baiklah ayo kita pergi” ajak erina.  “kemana?” tanya junho pada erina. “mendatangi semua krametarium dan melihat apakah ada wajah mu di salah satu photo di sana!” ujar erina pada junho. “bukankah itu akan memakan banyak waktu?kamu pikir  ada berapa krametarium di seoul?ada bnyak tahu tidak!” kata junho.tapi tidak sampai ratusan gedungkan? Setidaknya itu yang bisa kita lakukan sampai paman kembali dari jeju.”kata erina pada junho.  Mereka pergi meninggalkan rumah dengan motor yang diberikan oleh pamannya erina menyusuri jalan menuju krematorium satu demi satu memakan banyak waktu hingga senja pun tiba,tapi hasilnya masih nihil.” Junho melihat erina dengan rasa bersalah tapi erina tahu tatapn itu “kamu tidak perlu merasa bersalah,berkat mencari identitasmu aku bisa mengelilingi seoul.”ujar erina sambil  tersenyum” aku tidak tahu apa yang kamu pikirkan tapi sekali lagi terimakasih.sekarang kita hanya memerlukan kunjungan sedkit lagi ke krametorium.”kata junho pada erina .” ha..kamu benar ayo kita selesaikan malam ini juga besok kita cari cara yang lain. Tapi tidak ada hasil yang mereka temukan. Erina dan junho memutuskan pulang dam ,elanjutkan besok.saat melewati salah satu tokoh buku tiba-tiba junho teringat sesuatu bahwa dia ingat dia pernah kesana,hanya saja dia tidak tahu apayang dia lakukan disana dan junho mengatakannya pada erina. Namun sayang tokoh buku itu sudah tutup.

      Satu langkah menuju junho sebenarnya.
      Keesokkan paginya erina dan junho kembali ketokoh buku dan mengelilingi tokoh tersebut. Tapi tidak satupun yang diingat oleh junho. Sampai akhirnya erina bertanya pada salah satu pegawai yang sedang merapikan buku di salah satu rak. “maaf, bolehkah aku menanyakan sesuatu pada anda?” tanya erina pada pegawai tersebut. “iy,silahkan” katanya pada erina. “apakah dulu tepatnya 3 tahun lalu ada karyawan yang bernama junho,tepatnya Le Junho.”tanya erina pada karyawan itu. “iya benar, 3 tahun lalu ada orang yang bernama junho bekerja disini.”katanya pada erina. “lalu apa yang terjadi dengannya?”kata erina pada karyawan itu.  “junho mengalami kecelakan,karena dia terburu-buru ingin menemui seseorang,kami melihat dari dalam tokoh bagaimana dia jalan dengan tergesa-gesa,kalau tidak salah dia bilang ada temannya yang mengalami kecelakaan dan dia berada di rumah sakit, tapiii... justru dia mengalami kecelakaan juga tepat di depan tokoh buku kami.tubuhnya terpental dan mengenai pemadam yang ada di pinggir jalan itu.”kata pegawai itu sambil memandang pemadam yang ada dipimggir jalan.   “lalu,apakahanda tahu dimana dia di rawat?” tanya  erina pada pegawai itu. “dulu iy,tapi sekarang tidak tahu, kami dengar keluarganya telah memindahkan dia kerumah sakit yang jauh lebih murah untuk perawatannya. Ku dengar mereka harus menjual rumah mereka untuk biaya rumah sakit, oh yah ngomong-ngomong anda siapa kenapa bertanya tentang junho?”tanya pegawai itu.”ah,,bukan siapa-siapa hanya temannya dari indonesia tapi aku sudah lama tidak mendengar kabar darinya.aku permisi dulu lain kali kita ngobrol lagi yah?”kata erina sambil berjalan menuju keluar tokoh buku tersebut.
   “apa kamu tidak ingat siapa yang ingin kamu temui malam itu?” tanya erina pada junho. “kamu ini bagaimana akukan hanya arwah yang sedang mencari tahu siapa diriku.”kata junho pada erina kemudian dia menghilang.”dasar arwah seenaknya saja menghilang. Wah...ada penjual bakso ikan hmmm...perutku lapar aku makan itu dulu ah baru menemui junho.” Kata erina.
        Saat memakan bakso ikan itu erina tiba-tiba teringat sesuatu,dia teringat pernah diberikan bakso ikan oleh seseorang rasanya sama persis dengan bakso ikan yang dia makan,hanya saja wajah orang yang memberikannya samar. Erina memberanikan  diri bertanya pada wanita itu”maaf bibi,kalau boleh tanya apakah bibi memiliki seorang anak laki-laki?” tanya erina pada wanita itu. Bukannya menjawab tapi wanita itu malah menangis, erina jadi merasa bersalah dan menjelaskan bahwa dia hanya ingin tahu saja karena bakso yangdia  makan sam persis dengan rasa yang pria itu berikan padanya.  Tapi erina malah terkejut ketika mendengar penjelasan wanita itu,dan dia berlari meninggalkan wanita itu setelah membayar,bahkan dia tidak menghiraukan wanita tua itu memanggilnya karena ingin memberikan kembalian uanganya. Selama dalam perjalanan bermacam-macam bayangan terlintas di benak erina,dan sekarang erina ingat bahwa dia  pernah menjalani hubungan dengan junho 3 tahun yang lalu.junho lah pria yang menyelamtkan erina dari ejekkan anak-anak korea waktu itu,dan dia ingat siapa yang ingin junho temui malam keelakaan itu,dialah penyebab junho kecelakaan, bis yang erina naiki saat menuju ‘nami island’ mengalami kecelakaan dan erina pergi kesana karen besoknya dia akan  menemui junho di sana. Erina memutuskan untuk menginap di rumah temannya yang berada di  sekitar nami island tapi  kecelakaan itu terjadi. Setibanya erina di rumah dia langsung mencari junho,erina mencari junho dan berteriak memanggil nama junho.” Ada apa?baru pulang sudah berteriak memanggil namaku?”tanya junho. Erina langsung berlari memeluk junho,”maaf,,,maafkan aku junho,maaf....”kata erina sambil menangis.
    Junho melepas pelukkan erina dan menatap erina “ada apa?kenapa kamu meminta maaf?”tanya junho yang heran melihat erina sambil menangis seperti itu. Erina pergi ke arah jendela rumah pamannya dan kemudian dia menceritakan semuanya pada junho. Tapi junho tidak marah pada erina,dan sekarang junho mengerti kenapa cincin itu jatuh tepat saat erina meletakkan barang-barang itu, junho senang saat dia menjadi arwah setidaknya ada seorang  wanita yang menemaninya seperti ini. “oh yah,kita kembali ketokoh buku tadi ada yang ingin ku tunjukkan pada mu!”kata erina.  “apa?”tanya junho bingung.”sudahlah ikut saja  “jawab erina sambil menarik tangan junho.
    Sesampainya di sana erina tidak menemukan bibi penjual bakso tadi. “loh kemana?tadi ada di sinikan,sekarang kemana.” Erina kebingungan . “sebenarnya ada apa kenapa kamu bingung seperti ini,?tenanglah!”kata junho pada erina.semua orang yang lewat melihat kearah erina,mereka menatap erina ,junho yang melihat mereka menggenggam tangan erina dan membawa erina pergi dari tempat itu,dan menyuruh erina pulang. Tapi justru erina membawa motornya kejalan menuju ‘Nami Island’ karena disana lagi musim gugur,erina dapat melihat pohon yang ada dipinggir jalan sekitar Nami Island daunnya kemerahan dan jatuh menuju tanah.
 
      “ Junho yang perlahan menghilang”
       “Bukankah aku menyuruhmu pulang tapi kamu malah disinia” suara junho membuyarkan semua lamunan erina.”hari itu,kita berjanji akan bertemu disini”.kata erina sambil mentap junho. “apa?”tanya junho yang masih bingung.”malam kamu mengalami kcelakaan,aku datang kesini menggunakan bus dan berencana menginap dirumah temanku yang tidak jauh dari sini,tapi tiba-tiba saja bus yang aku naiki hilang kendali dan menabrak pembatas jalan!,seandainya saja aku.......”belum sempat erina berkata lagi dia terduduk dan menangis. Junho yang melihat itu langsung memeluk erina.”itu bukan  salahmu,jangan menyalahkan dirimu lagi erina”.kata junho yang berusaha menenangkan erina. Tiba-tiba junho merasakan kepalanya sakit,dan banyak gambar yang terlintas di pikirannya.”junho tubuhmu1.”kata erina yang panik melihat tubuh junho yang semakin lama semakin menghilang.  Erina menggenggam tangan junho” tidak,junho kamu mau kemana?junho”.tanya erina yang ketakutan.”aku tidak tahu erina,kepalaku sangat sakit,  erina,,,erina.tidak tidaaaak.”junho berteriak karena tubuhnya tidak bisa lagi menyentuh erina.  Kemudian junho menghilang dari hadapan erina.” Junho....kamu dimana.  Jangan begitu.kembali lah junho aku mohon.”erina berteriak sambil mencari junho di sekeling Nami island. Hari mulai gelap tapi erina belum juga menemukan junho,dan dia duduk diatas motornya sambil menangis,tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.”junho..”kata erina saat melihat junho yang berada di belakangnya,junho tersenyum.”ayo kita pulang!”ajak junho pada erina. Dia duduk dibelakang erina karena tidak mungkin seorang arwah membawa motor. Erina yang takut kehilangan junho kembali mengajak junho berkeliling soul. Lalu erina menghentikan motornya saat melihat bibi penjual bakso ikan itu. “ada apa?”tanya junho.”aku seperti melihat ibumu di di depan rumah sakit,erina langsung memutar motornya dan pergi kerumah sakit.tapi bibi tadi sudah menghilang.”sudahlah kita pulang saja,mungkin itu perasaanmu saja.”kata junho. Erina hanya mengangguk,dan pergi meninggalkan halaman rumah sakit.saat tiba dirumah tiba-tiba “erina,,,,,tubuhku.”kata junho kepada erina dan memegang dadanya yang sangat sakit.erina yang melihat itu  panik dan memeluk junho,junho terduduk karena sakit yang amat dia rasakan. Erina yang melihat itu sangat panik ingin meminta tolong pun percuma.  Junho mencoba menyentuh erina tapi tidak bisa sampai akhirnya erina hanya bisa melihat junho yang perlahan menghilang di hadapannya. Sejak saat itu erina tidak melihat junho lagi,sudah seminggu sejak kehilangan junho akhirnya paman dan orangtua erinakembali kerumah itu.

                     Hadiah  sepesial  untuk  erina
   Begitu melihat rombongan pamannya kembali,erina langsung menghadang pamannya.”paman,,,orang yang punya rumah ini apa paman tahu dia pindah kemana?”tiba-tiba erina bertanya pada pamannya.”kamu bicara apa,tentu paman tidak tahu erina,.”kata paman erina.”iya erina kami baru saja pulang,dan kenapa kamu bertanya hal itu pada pamanmu?” tanya ibu erina padanya.”ibu,,ini penting aku harus tahu,karena anak pemilik rumah ini dia pacarku ibu,tolonglah paman jawab  aku?”kata erina pada ibu dan pamannya.  “sepertinya ingatan dia sudah kembali.”kata ayah erina kepda paman  dan ibunya erina.”tapi maaf sayang,paman tidak tahu apapun mereka ada dimana. Lalu semua meninggalkan erina. Keesokkan paginya ibu erina membangunkan erina lebih awal dan meminta erina mengantarkan kue kerumah temannya,dan memberi erina alamat dan jalan mana yang harus erina tempu.  Akan tetapi jalan yang diberikan ibunya menuntun erina kejalan yang ditutup untuk sementara waktu karena sedang ada perbaikan,erina mencari jalan lain yang lebih jauh.  Akhirnya erina tiba di sebuah rumah yang lumayan besar,dan erina ingat bahwa itu rumah paman erina yang lama, kata pamannya rumah itu seudah hampir 3 tahun diberikan pada temannya.
  Erina masuk dan disambut dengan suara tepuk tangan,erina terkejut dan heran kenapa begitu. 2 orang anak kecil menarik tangan erina dan menuntun erina semua orang memberi jalan kepada erina dan sampai akhirnya langkah erina terrhenti saat melihat pria yang ada di hadapannya.  Erina melangkah perlahan dan menyentuh wajah pria itu dengan lembut dan kemudian erina memeluk nya”junho..aku senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi,.”kata erina pada junho.”erina melepaskan pelukkannya dan menatap junho lagi”ini benar-benar kamukan,?bukan arwah? semua orang  yang disini bisa melihatmu kan?”tany erina.”tentu saja kata junho pada erina,dan membawa erina ke altar.”tujuanku mengundang kalian semua disini,aku ingin berterimakasih pada orang tuaku karena telah merawatku meski aku koma mereka tetap menjagaku.  Dan aku juga ingin berterima kasih kepada paman liem yang telah membantu orang tuaku dalam merawatku,dan aku juga berterimakasih pada  tuan dan nyonya lie yang telah membuat acara ini. Dalam acara pertunangannku dengan erina.”kata junho panjang lebar. Kemudian junho mengeluarkan kotak cincin yang sudah sedikit kotor itu,dan membuka kotaknya. Erina terkejut ketika melihat cincin itu padahal semalam dia masih mengenakan cincin itu dan sekarang dia sadar bahwa di jarinya sudah tidak ada cincin lagi. Erina melihat kearah ibunya,melihat senyum nakal dari ibunya erina tahu pasti ibunya yang mengambil cincin itu.”hari itu sebenarnya aku berniat melamarmu dengan memberikan cincin ini,tapi malah terjadi peristiwa itu,,aku minta maaf yah?”kata junho pada erina.”tidak,aku justru berterimakasih karena kamu tetap memberikan cincin ini pada ku meski cukup lama,,,lihat cincin ini kembali ketanganku,karen cinta akan mencari jalan pulangnya,begitu pula dengan cincin ini dia tahu kemana seharusnya dia kembali.”kata erina pada junho.
      Hari itu menjadi hari  sangat bahagia bagi erina dan junho,meski sempat terpisah dan hilang ingatan tapi cinta mereka sangat kuat. Akhirnya erina mengerti kemana junho selama seminggu itu,tapi erina tidak mengerti dengan permainan orang disekelilingnya. Dan opera yang dimainkan Tuhan untuknya.

            “selesai”
“hidup itu opera yang telah tuhan ciptakan untuk kita. Kita hanya bisa menjalankan peran kita sebaik mungkin,dan memilih jalan yang terbaik dan berusaha menjadi lebih baik lagi. Hari ini kita kehilangan tapi karena ini opera Tuhan maka ,Tuhan akan mempertemukan kita pada yang lainnya.itulah siklus kehidupan yang dijalankan setiap pemeran opera yang telah di buat Tuhan.”

                                                                      By,rada kartika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar