CINTA
ADALAH OPERA TUHAN
Cincin
pengikat hubungan masa lalu
Orang bilang dunia kita berdampingan dengan dunia
lain,tetapi tidak dengan erina yang sempat tidak mempercayai itu. Sampai ketika erina mengalami kejadian aneh
saat datang mengunjungi pamannya di korea. Oh yah perkenalkan tokoh kali
bernama erina merlia, orang-orang kerap
memanggilnya erina. Erina anak tunggal dalam keluarganya. Hari ini erlina akan pergi mengunjungi pamannya yang ada di
korea. Hari pertama di tempat pamannya erina habiskan di menara namsan, dari
atas sana erina seperti melihat seluruh kota seoul.setelah puas berjalan-jalan
erina pun pulang tapi dia tidak melihat siapapu di rumah pamannya. Ketika akan
mengambil minum di kulkas erina melihat
secarik kertas yang di tempelkan di
kulkas erina pun membacanya.ternyata paman dan kedua orang tua erina pergi untuk menjenguk nenek erina yang ada di
desa dekat jeju untuk beberapa hari. Erina merasa senang karena akhirnya dia
bisa sendirian dan bebas melakukan apapun.
Hari ini
erina bangun sangat awal,karena dia berniat membersihkan rumah pamannya. Paman
erina berpesan untuk meletakkan barang yang ada di meja ke gudang bawah,jadi
erina membawa barang-barang itu ke gudang bawah tanah. Erina heran kata
pamannya ini gudang tapi sangat bersih dan rapi,sungguh berbeda dengan gudang
di rumahnya yang ada di indonesia. Erina seperti melihat rak kosong dan dia
bermaksud meletakkan barang yang dia bawa disana,saat erina meletakkan barang
itu ternyata raknya bergoyang dan ada kotak cincin yang jatuh menimpa kepala
erina dan cincin yang ada di dalamnya keluar dari kotak itu.”Cincin yang sangat
bagus,pasti cincin ini tidak dipakai lagi makanya paman meletakkannya di
sini, hhmmm,,,,atau mungkin ini cincin
palsu. Ah masa bodoh toh cincin ini sangat bagus.”kata erina dalam sambil
bergumam sendiri. Erina bercermin sambil
merapikan bajunya...saat erina menoleh ke kotak cinci tadi erina melihat ada
tulisan,dan dia membacanya”cincin penyatu dua cinta yang berbeda”erina hanya
tersenyum dan tetap memakai cincin itu.
Selepas dari
sana erina langsung menutup pintu dan naik keatas lagi.saat tiba di atas dia
melihat seorang pria dengan pakaian serba putih,dan dia menatap kearah
erina,sontak saja erina berteriak dan berkata “ si..si..siapa kamu?apa yang
kamu lakukan disini?”tanya erina panik dan memundurkan langkahnya,ternyata
tangan erina meraih vas bunga yang ada di meja dan melemparkan vas itu kepada
pria tersebut.tapi erina semakin ketakutan ketika vas itu menembus si pria
tersebut. Pria tersebut tersenyum dan mengulurkan tangannya,erina merasa takut
dan ketakutan bertambah ketika tubuhnya terasa di tarik dan semakin lama
tubuhnya semakin dekat dengan pria tersebut. Ketakutan erina bertambah ketika
dia merasakan tubuh pria itu,dan merasakan lembut dan halusnya tangan pria yang
menyentuh erina.
“barang seperti
itu tidak akan bisa menyentuhku,tapi cincin yang kamu pakai ini membuat aku
bisa menyentuhmu.”kata pria tersebut sambil menggenggam tangan erina yang
mengenakan cincin itu.erina langsung mundur dan dia merasakan ada seseorang
berada dibelakangnya ternyata itu pria tadi,dia memeluk erina dari belakang dan
langsung bergerak menjauhi tempat erina berdiri setelah itu ada vas yang
terjatuh dari atas kulkas,ternyata tubuh erina menabrak kulkas ketika dia
berusaha menjauh dari pria terrsebut.”kamu ini siapa?arwah?malaikat? atau apa?
Dan bagaimana kamu bisa di sini?”tanya erina sambil melepaskan diri dan menjauh
dari pria tersebut. “dasar perempuan dari dulu sampai sekarang bertanya tanpa
memberi jedah”kata pria itu.
“aku le
junho,yang jelas aku sudah seperti ini sejak 3 tahun yang lalu. Jika kamu
bertanya apa yang aku lakukan disini aku juga masih tidak tahu,andai aku tahu
aku pasti tidak akan menjadi arwah begini kan?lagi pula kamu bisa melihatku
karena cin-cin itu.”kata arwah yang bernama junho itu.erina langsung teringat
tentang cerita pamannya yang pemilik rumah ini. “kalau benar itu yang seperti
kamu ucapkan mungkin saja kamu bukan arwah,maksudku kamu belum meninggal”kata
erina mendekati meja tempat junho duduk saat ini. Sambil melihat erina junho
bertanya” apa maksudmu”, “yah paman pernah bercerita dulu pemulik rumah ini
seorang yang kaya,dan memiliki anak laki-laki yang mengalami kecelakaan dan
koma,dan dia menjual rumah ini kepada paman untuk biaya perawatan anak nya yang
ada di rumah sakit,tapi paman tidak tahu rumah sakitmana. Tapi paman memberikan
tambahan uang kepada mereka untuk tambahan modal jika mereka ingin membuka
usaha.”kata erina sambil melihat kearah junho.”apa benar yang kamu katakan itu?
Coba kamu hubungi pamanmu mungkin dia bisa memberi informasi yang lebih!.”pimta
junho pada erina.
“tidak
bisa,mereka sedang berlibur nanti saja jika mereka sudah pulang!”kata erina
sambil pergi dari tempat itu dan meninggalkan junho.erina masuk kekamarnya dan
melihat junho ada di kamarnya.”ternyata kamu dulu sangat gemuk yah?”kata junho
sambil memegang fotoerina yang ada dimeja.”kamu tidak boleh masuk kekamar orang
seenaknya,walaupun kamu arwa jangan seenaknya saja.”kata erina sambil mengambil
kembali foto yang di pegang erina. Tiba-tiba saja junho terlintas akan sesuatu
yang buram,tapi dia merasa bahwa ada wanita gemuk yang sedang di olok-olok oleh orang dan ada
laki-laki yang mengenakan seragam SMA yang menolong wanita itu,tidak terlalu
jelas karena semuanya terlihat samar-samar bagi junho.
Petunjuk
pertama untuk junho
Erina bertanya pada junho ada apa,karena junho terlihat
seperti orang bingung tapi junho hanya mengelengkan kepalanya. Hari menjalan
semakin siang,saat erina selesai mencuci piring makan siang nya tiba-tiba ada
seseorang memeluk erina dari belakang,erina terkejut dan saat mengetahui bahwa
itu junho erina langsung marah.”kenapa kamu marah?untuk saat ini kamu itu
istriku tahu tidak!”kata junho. “istrimu sejak kapan?aku bertemu dengan mu saja
baru kali ini”. Ujar erina.”sejak kamu memakai cincin itu!”kata junho membalas
perkataan erina.”baiklah aku akan melepaskan cin...cinnya tidak bisa terlepas.”
kata erina . “tentu saja,cincin itu
tidak akan terlepas sampai urusanku selesai,kalau mau cincin itu terlepas
dengan cepat maka kamu harus membantuku lebih dulu.”kata junho. “membantu apa?” tanya erina. “membantu mencari tahu apa yang sebenarnya
terjadi padaku,jika benar aku hanya koma seperti yang kamu ucapkan tadi. Dan,jangan coba untuk menghianatiku,jika kamu menyukai pria selain
aku atau berusaha menghianatiku maka
cincin itu akan semakin kuat melingkar di jarimu”.kata junho. “baiklah ayo kita
pergi” ajak erina. “kemana?” tanya junho
pada erina. “mendatangi semua krametarium dan melihat apakah ada wajah mu di
salah satu photo di sana!” ujar erina pada junho. “bukankah itu akan memakan
banyak waktu?kamu pikir ada berapa
krametarium di seoul?ada bnyak tahu tidak!” kata junho.tapi tidak sampai ratusan
gedungkan? Setidaknya itu yang bisa kita lakukan sampai paman kembali dari
jeju.”kata erina pada junho. Mereka
pergi meninggalkan rumah dengan motor yang diberikan oleh pamannya erina
menyusuri jalan menuju krematorium satu demi satu memakan banyak waktu hingga
senja pun tiba,tapi hasilnya masih nihil.” Junho melihat erina dengan rasa
bersalah tapi erina tahu tatapn itu “kamu tidak perlu merasa bersalah,berkat
mencari identitasmu aku bisa mengelilingi seoul.”ujar erina sambil tersenyum” aku tidak tahu apa yang kamu
pikirkan tapi sekali lagi terimakasih.sekarang kita hanya memerlukan kunjungan
sedkit lagi ke krametorium.”kata junho pada erina .” ha..kamu benar ayo kita
selesaikan malam ini juga besok kita cari cara yang lain. Tapi tidak ada hasil
yang mereka temukan. Erina dan junho memutuskan pulang dam ,elanjutkan
besok.saat melewati salah satu tokoh buku tiba-tiba junho teringat sesuatu
bahwa dia ingat dia pernah kesana,hanya saja dia tidak tahu apayang dia lakukan
disana dan junho mengatakannya pada erina. Namun sayang tokoh buku itu sudah
tutup.
Satu
langkah menuju junho sebenarnya.
Keesokkan paginya erina dan junho kembali
ketokoh buku dan mengelilingi tokoh tersebut. Tapi tidak satupun yang diingat
oleh junho. Sampai akhirnya erina bertanya pada salah satu pegawai yang sedang
merapikan buku di salah satu rak. “maaf, bolehkah aku menanyakan sesuatu pada
anda?” tanya erina pada pegawai tersebut. “iy,silahkan” katanya pada erina.
“apakah dulu tepatnya 3 tahun lalu ada karyawan yang bernama junho,tepatnya Le
Junho.”tanya erina pada karyawan itu. “iya benar, 3 tahun lalu ada orang yang
bernama junho bekerja disini.”katanya pada erina. “lalu apa yang terjadi
dengannya?”kata erina pada karyawan itu.
“junho mengalami kecelakan,karena dia terburu-buru ingin menemui
seseorang,kami melihat dari dalam tokoh bagaimana dia jalan dengan tergesa-gesa,kalau
tidak salah dia bilang ada temannya yang mengalami kecelakaan dan dia berada di
rumah sakit, tapiii... justru dia mengalami kecelakaan juga tepat di depan
tokoh buku kami.tubuhnya terpental dan mengenai pemadam yang ada di pinggir
jalan itu.”kata pegawai itu sambil memandang pemadam yang ada dipimggir
jalan. “lalu,apakahanda tahu dimana dia
di rawat?” tanya erina pada pegawai itu.
“dulu iy,tapi sekarang tidak tahu, kami dengar keluarganya telah memindahkan
dia kerumah sakit yang jauh lebih murah untuk perawatannya. Ku dengar mereka
harus menjual rumah mereka untuk biaya rumah sakit, oh yah ngomong-ngomong anda
siapa kenapa bertanya tentang junho?”tanya pegawai itu.”ah,,bukan siapa-siapa
hanya temannya dari indonesia tapi aku sudah lama tidak mendengar kabar
darinya.aku permisi dulu lain kali kita ngobrol lagi yah?”kata erina sambil
berjalan menuju keluar tokoh buku tersebut.
“apa kamu tidak ingat siapa yang ingin kamu
temui malam itu?” tanya erina pada junho. “kamu ini bagaimana akukan hanya
arwah yang sedang mencari tahu siapa diriku.”kata junho pada erina kemudian dia
menghilang.”dasar arwah seenaknya saja menghilang. Wah...ada penjual bakso ikan
hmmm...perutku lapar aku makan itu dulu ah baru menemui junho.” Kata erina.
Saat memakan bakso ikan itu erina
tiba-tiba teringat sesuatu,dia teringat pernah diberikan bakso ikan oleh
seseorang rasanya sama persis dengan bakso ikan yang dia makan,hanya saja wajah
orang yang memberikannya samar. Erina memberanikan diri bertanya pada wanita itu”maaf bibi,kalau
boleh tanya apakah bibi memiliki seorang anak laki-laki?” tanya erina pada
wanita itu. Bukannya menjawab tapi wanita itu malah menangis, erina jadi merasa
bersalah dan menjelaskan bahwa dia hanya ingin tahu saja karena bakso
yangdia makan sam persis dengan rasa
yang pria itu berikan padanya. Tapi
erina malah terkejut ketika mendengar penjelasan wanita itu,dan dia berlari
meninggalkan wanita itu setelah membayar,bahkan dia tidak menghiraukan wanita
tua itu memanggilnya karena ingin memberikan kembalian uanganya. Selama dalam
perjalanan bermacam-macam bayangan terlintas di benak erina,dan sekarang erina
ingat bahwa dia pernah menjalani
hubungan dengan junho 3 tahun yang lalu.junho lah pria yang menyelamtkan erina
dari ejekkan anak-anak korea waktu itu,dan dia ingat siapa yang ingin junho
temui malam keelakaan itu,dialah penyebab junho kecelakaan, bis yang erina
naiki saat menuju ‘nami island’ mengalami kecelakaan dan erina pergi kesana
karen besoknya dia akan menemui junho di
sana. Erina memutuskan untuk menginap di rumah temannya yang berada di sekitar nami island tapi kecelakaan itu terjadi. Setibanya erina di
rumah dia langsung mencari junho,erina mencari junho dan berteriak memanggil
nama junho.” Ada apa?baru pulang sudah berteriak memanggil namaku?”tanya junho.
Erina langsung berlari memeluk junho,”maaf,,,maafkan aku junho,maaf....”kata
erina sambil menangis.
Junho melepas pelukkan erina dan menatap
erina “ada apa?kenapa kamu meminta maaf?”tanya junho yang heran melihat erina
sambil menangis seperti itu. Erina pergi ke arah jendela rumah pamannya dan
kemudian dia menceritakan semuanya pada junho. Tapi junho tidak marah pada
erina,dan sekarang junho mengerti kenapa cincin itu jatuh tepat saat erina
meletakkan barang-barang itu, junho senang saat dia menjadi arwah setidaknya
ada seorang wanita yang menemaninya
seperti ini. “oh yah,kita kembali ketokoh buku tadi ada yang ingin ku tunjukkan
pada mu!”kata erina. “apa?”tanya junho
bingung.”sudahlah ikut saja “jawab erina
sambil menarik tangan junho.
Sesampainya di sana erina tidak menemukan
bibi penjual bakso tadi. “loh kemana?tadi ada di sinikan,sekarang kemana.”
Erina kebingungan . “sebenarnya ada apa kenapa kamu bingung seperti
ini,?tenanglah!”kata junho pada erina.semua orang yang lewat melihat kearah
erina,mereka menatap erina ,junho yang melihat mereka menggenggam tangan erina
dan membawa erina pergi dari tempat itu,dan menyuruh erina pulang. Tapi justru
erina membawa motornya kejalan menuju ‘Nami Island’ karena disana lagi musim
gugur,erina dapat melihat pohon yang ada dipinggir jalan sekitar Nami Island
daunnya kemerahan dan jatuh menuju tanah.
“ Junho yang perlahan menghilang”
“Bukankah
aku menyuruhmu pulang tapi kamu malah disinia” suara junho membuyarkan semua
lamunan erina.”hari itu,kita berjanji akan bertemu disini”.kata erina sambil
mentap junho. “apa?”tanya junho yang masih bingung.”malam kamu mengalami
kcelakaan,aku datang kesini menggunakan bus dan berencana menginap dirumah
temanku yang tidak jauh dari sini,tapi tiba-tiba saja bus yang aku naiki hilang
kendali dan menabrak pembatas jalan!,seandainya saja aku.......”belum sempat
erina berkata lagi dia terduduk dan menangis. Junho yang melihat itu langsung
memeluk erina.”itu bukan salahmu,jangan
menyalahkan dirimu lagi erina”.kata junho yang berusaha menenangkan erina.
Tiba-tiba junho merasakan kepalanya sakit,dan banyak gambar yang terlintas di
pikirannya.”junho tubuhmu1.”kata erina yang panik melihat tubuh junho yang
semakin lama semakin menghilang. Erina
menggenggam tangan junho” tidak,junho kamu mau kemana?junho”.tanya erina yang
ketakutan.”aku tidak tahu erina,kepalaku sangat sakit, erina,,,erina.tidak tidaaaak.”junho berteriak
karena tubuhnya tidak bisa lagi menyentuh erina. Kemudian junho menghilang dari hadapan
erina.” Junho....kamu dimana. Jangan
begitu.kembali lah junho aku mohon.”erina berteriak sambil mencari junho di
sekeling Nami island. Hari mulai gelap tapi erina belum juga menemukan
junho,dan dia duduk diatas motornya sambil menangis,tiba-tiba ada seseorang
yang memeluknya dari belakang.”junho..”kata erina saat melihat junho yang
berada di belakangnya,junho tersenyum.”ayo kita pulang!”ajak junho pada erina.
Dia duduk dibelakang erina karena tidak mungkin seorang arwah membawa motor. Erina
yang takut kehilangan junho kembali mengajak junho berkeliling soul. Lalu erina
menghentikan motornya saat melihat bibi penjual bakso ikan itu. “ada apa?”tanya
junho.”aku seperti melihat ibumu di di depan rumah sakit,erina langsung memutar
motornya dan pergi kerumah sakit.tapi bibi tadi sudah menghilang.”sudahlah kita
pulang saja,mungkin itu perasaanmu saja.”kata junho. Erina hanya mengangguk,dan
pergi meninggalkan halaman rumah sakit.saat tiba dirumah tiba-tiba
“erina,,,,,tubuhku.”kata junho kepada erina dan memegang dadanya yang sangat
sakit.erina yang melihat itu panik dan memeluk
junho,junho terduduk karena sakit yang amat dia rasakan. Erina yang melihat itu
sangat panik ingin meminta tolong pun percuma.
Junho mencoba menyentuh erina tapi tidak bisa sampai akhirnya erina
hanya bisa melihat junho yang perlahan menghilang di hadapannya. Sejak saat itu
erina tidak melihat junho lagi,sudah seminggu sejak kehilangan junho akhirnya
paman dan orangtua erinakembali kerumah itu.
Hadiah sepesial
untuk erina
Begitu melihat rombongan pamannya
kembali,erina langsung menghadang pamannya.”paman,,,orang yang punya rumah ini
apa paman tahu dia pindah kemana?”tiba-tiba erina bertanya pada pamannya.”kamu
bicara apa,tentu paman tidak tahu erina,.”kata paman erina.”iya erina kami baru
saja pulang,dan kenapa kamu bertanya hal itu pada pamanmu?” tanya ibu erina
padanya.”ibu,,ini penting aku harus tahu,karena anak pemilik rumah ini dia
pacarku ibu,tolonglah paman jawab aku?”kata
erina pada ibu dan pamannya. “sepertinya
ingatan dia sudah kembali.”kata ayah erina kepda paman dan ibunya erina.”tapi maaf sayang,paman
tidak tahu apapun mereka ada dimana. Lalu semua meninggalkan erina. Keesokkan
paginya ibu erina membangunkan erina lebih awal dan meminta erina mengantarkan
kue kerumah temannya,dan memberi erina alamat dan jalan mana yang harus erina
tempu. Akan tetapi jalan yang diberikan
ibunya menuntun erina kejalan yang ditutup untuk sementara waktu karena sedang
ada perbaikan,erina mencari jalan lain yang lebih jauh. Akhirnya erina tiba di sebuah rumah yang
lumayan besar,dan erina ingat bahwa itu rumah paman erina yang lama, kata
pamannya rumah itu seudah hampir 3 tahun diberikan pada temannya.
Erina masuk dan disambut dengan suara tepuk
tangan,erina terkejut dan heran kenapa begitu. 2 orang anak kecil menarik
tangan erina dan menuntun erina semua orang memberi jalan kepada erina dan
sampai akhirnya langkah erina terrhenti saat melihat pria yang ada di
hadapannya. Erina melangkah perlahan dan
menyentuh wajah pria itu dengan lembut dan kemudian erina memeluk
nya”junho..aku senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu lagi,.”kata erina pada
junho.”erina melepaskan pelukkannya dan menatap junho lagi”ini benar-benar
kamukan,?bukan arwah? semua orang yang
disini bisa melihatmu kan?”tany erina.”tentu saja kata junho pada erina,dan
membawa erina ke altar.”tujuanku mengundang kalian semua disini,aku ingin
berterimakasih pada orang tuaku karena telah merawatku meski aku koma mereka
tetap menjagaku. Dan aku juga ingin
berterima kasih kepada paman liem yang telah membantu orang tuaku dalam
merawatku,dan aku juga berterimakasih pada
tuan dan nyonya lie yang telah membuat acara ini. Dalam acara
pertunangannku dengan erina.”kata junho panjang lebar. Kemudian junho
mengeluarkan kotak cincin yang sudah sedikit kotor itu,dan membuka kotaknya.
Erina terkejut ketika melihat cincin itu padahal semalam dia masih mengenakan
cincin itu dan sekarang dia sadar bahwa di jarinya sudah tidak ada cincin lagi.
Erina melihat kearah ibunya,melihat senyum nakal dari ibunya erina tahu pasti
ibunya yang mengambil cincin itu.”hari itu sebenarnya aku berniat melamarmu
dengan memberikan cincin ini,tapi malah terjadi peristiwa itu,,aku minta maaf
yah?”kata junho pada erina.”tidak,aku justru berterimakasih karena kamu tetap
memberikan cincin ini pada ku meski cukup lama,,,lihat cincin ini kembali
ketanganku,karen cinta akan mencari jalan pulangnya,begitu pula dengan cincin
ini dia tahu kemana seharusnya dia kembali.”kata erina pada junho.
Hari itu menjadi hari sangat bahagia bagi erina dan junho,meski
sempat terpisah dan hilang ingatan tapi cinta mereka sangat kuat. Akhirnya
erina mengerti kemana junho selama seminggu itu,tapi erina tidak mengerti
dengan permainan orang disekelilingnya. Dan opera yang dimainkan Tuhan
untuknya.
“selesai”
“hidup
itu opera yang telah tuhan ciptakan untuk kita. Kita hanya bisa menjalankan
peran kita sebaik mungkin,dan memilih jalan yang terbaik dan berusaha menjadi lebih
baik lagi. Hari ini kita kehilangan tapi karena ini opera Tuhan maka ,Tuhan
akan mempertemukan kita pada yang lainnya.itulah siklus kehidupan yang
dijalankan setiap pemeran opera yang telah di buat Tuhan.”
By,rada
kartika
Tidak ada komentar:
Posting Komentar